Minggu, 01 Januari 2017

Mengapa nama anak menjadi penting?

Selamat Tahun Baru Ayam Api 2017

Menikmati libur nasional dua hari di awal tahun itu tentu menyenangkan untuk melakukan beberapa aktifitas menyenangkan. Tentunya tak lupa dengan mengawali pagi dengan segelas teh hangat, mengunyah jajanan pasar sambal membaca koran pagi.

(Foto Koran Harian Fajar, Senin 02 Jan 2017 Hal 13)

Di awal tahun, biasanya  ada beberapa koran yang mengisi halaman beritanya dengan mengabarkan beberapa pasutri sedang menunggu kelahiran si buah hati jelang detik pergantian tahun, seperti di koran harian Fajar edisi 2 Januari 2017 rubrik Metropolis Hal 13,. Berita ini mengabarkan tentang kejadian yang dianggap masih cukup unik karena tanggal kelahiran bersamaan dengan momentum pergantian tahun masehi dan dirayakan oleh hampir seluruh dunia. Dengan lahirnya sang buah hati tepat di tanggal 1 januari itu pula yang terkadang ada juga orang tua yang kemudian menyematkan nama ke si anak dengan nama  yang jauh dari peristiwa yang menyertainya.

Berbicara mengenai pemberian nama kepada bayi, masih teringat di tahun 2016 kemarin, ada beberapa kejadian yang menghebohkan seluruh Indonesia. Berita yang mungkin tak penting namun cukup menghibur. Seorang Bapak di Banyuwangi berkelahiran tahun 1973 memiliki nama yg sama dengan sang pencipta alam semesta: TUHAN, di Kartu Tanda Pengenalnya. Menurutnya, nama tersebut sudah melekat sejak lahir dan merupakan nama pemberian langsung dari orang tuanya. Karena nama tersebuh kemudian menjadi heboh dan sempat menimbulkan kontroversi hingga akhirnya dari pihak MUI pun akhirnya turun tangan menengahi dengan menyarankan pergantian nama.

Sebenarnya nama nama yang tak familiar bagi telinga Indonesia sudah bukan berita baru. Beberapa nama yang mungkin juga dianggap kurang lazim masih melekat kepada si pemilik nama. Ada Bapak yang bernama Saiton, M.Si dari Palembang, Selamet Dunia akhirat dari Purbalingga, kemudian ada pemuda bernama Minal Aidin Wal Faidzin dari daerah karanganyar, Andy go to School dar Magelang, kemudian ada juga bapak yang hanya mempunyai nama . (dibaca titik) hingga nama unik dari seorang pelajar di Temanggung bernama Honda Suzuki Impalawati yang menyerupai nama merk kendaraan.

Mengapa nama sedemikian penting?

Bagi orang tua, pemberian nama kepada anak yang baru lahir tentu mempunyai maksud dan harapan kepada sang anak kelak. Nama dianggap memiliki pengaruh yang luar biasa dalam mendampingi anak menjalani proses kehidupan hingga akhir hidupnya kelak. Nama yang baik biasanya mengandung doa dan makna dari kedua orang tua. Nama yang dipilih biasanya berupa singkatan dari nama kedua orang tua, nama dari suri tauladan, nama orang orang hebat termashur, sebuah peristiwa yang membahagiakan, nama sufi yang bermakna indah, dan lain sebagainya. Terkadang, pemberian nama yang dianggap kurang bagus dianggap tidak membawa hoki, sehingga saat mereka sudah dewasa, peruntungan mereka tidak baik, menjadi minder dan memberi dampak psikologis yang berujung ke olok olokan.

Disisi lain, nama yang sudah telanjur melekat kepada anak saat mereka dewasa justru sebahagian dari anak tersebut malah menjadikan cambuk untuk lebih unik dan sukses melebihi rekannya yang lain, menjadikan kekurangan namanya sebagai kelebihan dan tetap percaya diri dalam menjalani hidup.

Seorang sastrawan termasyur dari Inggris di abad lampau setelah sepeninggalnya, telah mewariskan sebuah kata bijak yang bermakna pernyataan atau bisa juga lebih menyerupai pertanyaan. 'Apalah arti sebuah nama'. William Shakespeare lebih melihat nama hanyalah sebutan yang tak berarti. Bunga Mawar pun jika berganti nama tetap saja menyerbakkan keharuman bagi sekitar. Quote yang sederhana tapi menyiratkan makna yang mendalam. Secara umum, kata bijak ini dapatlah diterima. Tak ada jaminan nama yang bagus akan membawa nasib anak si pemilik nama tersebut menjadi baik. Diperlukan usaha dan kesungguhan untuk bisa meraih masa depan yang cerah.

Di dalam setiap ajaran keyakinan, nama dianggap sebagai doa dan pembawa kebaikan. Dalam ajaran Islam sendiri, pemberian nama lebih di sunnahkan dengan memilih nama-nama terbaik sebagai doa untuk anak kita. Banyak pilihan nama dalam Islam yang dapatdi jadikan rujukan. Sebaiknya dianjurkan untuk memberi nama yang baik kepada keturunan. Salah satu hadist riwayat yang memperkuat pemberian nama yang baik itu adalah “kelak pada hari kiamat kalian akan dipanggil dengan nama nama kalian dan nama bapak bapak kalian, oleh karena itu perbaguslah nama nama kalian (HR. Abu Daud, Ahmad dan Linnya). 

Nah, setelah mengetahui pentingnya memberikan nama yang baik kepada anak, berikut beberapa link referensi untuk mencana nama yang baik seperti http://www.nama-bayi.com dan Tanyanama.com yang semoga bisa memberikan inspirasi dan tambahan informasi dalam mencari dan memilih nama anak cucu kita. /ds

Tidak ada komentar:

Posting Komentar